Pekalongan — Unit Pengembangan Bahasa (UPB) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Pengarahan Program Intensifikasi Bahasa Inggris (PIBI) Semester Genap Tahun 2026 pada Rabu, 4 Februari 2026, bertempat di Ruang Kelas UB-2 (Smart Class), Gedung Perkuliahan Terpadu Lantai 2, Rowolaku, Kajen, Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini diikuti oleh para tutor Bahasa Inggris PIBI dan bertujuan untuk mempersiapkan pelaksanaan program PIBI agar berjalan secara terarah, efektif, dan sesuai dengan standar mutu pembelajaran bahasa di lingkungan UIN Gusdur.

Pengarahan disampaikan langsung oleh Kepala Unit Pengembangan Bahasa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dr. H. Muhandis Azzuhri, Lc., M.A. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya profesionalisme tutor serta keseragaman pemahaman terhadap kebijakan dan teknis pelaksanaan PIBI pada semester genap tahun akademik 2026.
Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa “Orientasi pembelajaran PIBI (Program Intensifikasi Bahasa Inggris) adalah TOEFL atau ELITA (English Language Instutional Test & Assesment) sebagai upaya meningkatkan skill mahasiswa dalam bahasa Inggris untuk berkompetisi di tingkat internasional dan nasional sehingga mahasiswa dapat ikut dalam program-program internasional seperti SUSI (Study of the U.S. Institutes), YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative) dari USA Embassy Jakarta, IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards), Erasmus, Global UGRAD (Global Undergraduate Exchange Program) dan lain-lain. Kemampuan berbahasa Inggris dalam penguasaan ELITA/TOEFL merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap mahasiswa yang akan melakukan kajian keilmuan sosial, eksakta dan keislaman karena hampir semua disiplin keilmuan referensinya berbahasa Inggris, apalagi ketika ditulis di beberapa artikel jurnal ilmiah SINTA dan SCOPUS bahkan di beberapa presentasi di seminar internasional. Di samping itu untuk mengakses beasiswa LPDP, BIB dan Program Kader Ulama (PKU) untuk S2 dan S3,
Kendala lemahnya input mahasiswa yang masuk ke Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam bahasa Inggris bisa menjadi alasan mengapa kemampuan mahasiswa dalam bahasa Inggris sangat rendah. Walau Bahasa Inggris diajarkan di hampir semua jenjang SMA/SMK/MA tetapi fakta menunjukkan masih rendahnya kemampuan Bahasa Inggris mahasiswa, ini terlihat pada pelaksanaan ujian TOEFL/ELITA yang selalu melonjak dan membludak menjelang pelaksanaan wisuda,
Hal ini disebabkan karena mayoritas proses pembelajaran Bahasa Inggris tidak mengarah pada kemampuan TOEFL/ELITA sehingga banyak mahasiswa gagal dalam tes akhir TOEFL/ELITA sehingga Unit Bahasa harus dan perlu menyelenggarakan Program Intensifikasi Bahasa Inggris (PIBI) sebagai amanat Renstra UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Di samping itu perlu juga bagi para Tutor mempunyai beberapa inovasi pembelajaran terkait TOEFL/ELITA membuat beberapa video pembelajaran, mengupload dan menge-share-nya dalam beberapa grup WA dan medsos masing-masing Tutor, mahasiswa dan medsos Unit Bahasa.”
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dr. Nur Kholis, M.A., menekankan bahwa kebahagiaan merupakan kunci utama dalam menjalankan tugas sebagai tutor. Tutor diharapkan mampu menghadirkan suasana positif dan bahagia dalam dirinya sebelum melaksanakan berbagai aktivitas akademik. Dengan kebahagiaan tersebut, energi positif akan menular kepada mahasiswa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih hidup, bermakna, dan berdampak.
Selanjutnya, Koordinator Program PIBI, Rayinda Eva Rahmah, M.Pd., menyampaikan arahan teknis terkait pelaksanaan Program Intensifikasi Bahasa Inggris ke depan. Arahan tersebut mencakup penguatan koordinasi antar tutor, pola dan strategi pembelajaran, target capaian kemampuan TOEFL/ELITA, serta mekanisme evaluasi program. Para tutor juga didorong untuk lebih adaptif dan inovatif dalam pembelajaran dengan memanfaatkan media digital sebagai sarana pendukung, baik melalui video pembelajaran maupun platform media sosial yang dapat diakses secara luas oleh mahasiswa.
Rapat koordinasi ini juga menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, menyampaikan informasi teknis, serta memperkuat sinergi antartutor dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pembelajaran bahasa Inggris di UIN Gusdur.
Melalui kegiatan ini, Unit Pengembangan Bahasa berharap pelaksanaan Program PIBI Semester Genap Tahun 2026 dapat berjalan secara terstruktur, profesional, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi bahasa mahasiswa.
Kontributor : Muhammad Ulil Fahmi

