Unit Bahasa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan resmi menjalin kerja sama dengan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) melalui penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) terkait program pemagangan mahasiswa.
Penandatanganan SPK tersebut dilaksanakan pada Selasa, 03 Februari 2025, pukul 11.00 WIB, bertempat di lingkungan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kerja sama ini ditandatangani oleh Kepala Unit Bahasa, Dr. Muhandis Azzuhri, Lc., M.A, dan Kaprodi Komunikasi dan Penyiaran Islam FUAD, Mukoyimah, M.Sos, serta disaksikan oleh Sekretaris Prodi KPI, Dimas Prasetya, M.A.

Kerja sama ini difokuskan pada pelaksanaan program magang mahasiswa Prodi KPI di Unit Bahasa selama satu semester. Program tersebut bertujuan sebagai upaya pengembangan keterampilan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui kegiatan magang, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman praktis secara langsung di lingkungan kerja akademik, sehingga mampu meningkatkan kesiapan dan daya saing di pasar kerja global yang semakin kompetitif.
Program magang ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi, khususnya mahasiswa Prodi KPI, serta menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih dinamis dan responsif terhadap perkembangan zaman. Selain itu, kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan potensi sesuai dengan minat dan bakat, serta mengurangi kesenjangan antara pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Adapun manfaat program magang bagi mahasiswa antara lain memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam dan relevan dengan dunia kerja, kesempatan untuk mengembangkan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kerja tim, serta peluang memperluas jaringan profesional dan akademik. Selain itu, kegiatan magang ini juga dapat dikonversi ke dalam mata kuliah pembelajaran di luar kampus bagi mahasiswa Prodi KPI berdasarkan kebijakan dari pengelola prodi KPI yang mengikuti program tersebut.
Melalui kerja sama ini, Unit Bahasa dan Prodi KPI FUAD UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berharap dapat terus memperkuat sinergi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan kompetensi mahasiswa.
Kontributor : Muhammad Ulil Fahmi
Pekalongan — Unit Pengembangan Bahasa (UPB) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Pengarahan Program Intensifikasi Bahasa Inggris (PIBI) Semester Genap Tahun 2026 pada Rabu, 4 Februari 2026, bertempat di Ruang Kelas UB-2 (Smart Class), Gedung Perkuliahan Terpadu Lantai 2, Rowolaku, Kajen, Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini diikuti oleh para tutor Bahasa Inggris PIBI dan bertujuan untuk mempersiapkan pelaksanaan program PIBI agar berjalan secara terarah, efektif, dan sesuai dengan standar mutu pembelajaran bahasa di lingkungan UIN Gusdur.

Pengarahan disampaikan langsung oleh Kepala Unit Pengembangan Bahasa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dr. H. Muhandis Azzuhri, Lc., M.A. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya profesionalisme tutor serta keseragaman pemahaman terhadap kebijakan dan teknis pelaksanaan PIBI pada semester genap tahun akademik 2026.
Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa “Orientasi pembelajaran PIBI (Program Intensifikasi Bahasa Inggris) adalah TOEFL atau ELITA (English Language Instutional Test & Assesment) sebagai upaya meningkatkan skill mahasiswa dalam bahasa Inggris untuk berkompetisi di tingkat internasional dan nasional sehingga mahasiswa dapat ikut dalam program-program internasional seperti SUSI (Study of the U.S. Institutes), YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative) dari USA Embassy Jakarta, IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards), Erasmus, Global UGRAD (Global Undergraduate Exchange Program) dan lain-lain. Kemampuan berbahasa Inggris dalam penguasaan ELITA/TOEFL merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap mahasiswa yang akan melakukan kajian keilmuan sosial, eksakta dan keislaman karena hampir semua disiplin keilmuan referensinya berbahasa Inggris, apalagi ketika ditulis di beberapa artikel jurnal ilmiah SINTA dan SCOPUS bahkan di beberapa presentasi di seminar internasional. Di samping itu untuk mengakses beasiswa LPDP, BIB dan Program Kader Ulama (PKU) untuk S2 dan S3,
Kendala lemahnya input mahasiswa yang masuk ke Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam bahasa Inggris bisa menjadi alasan mengapa kemampuan mahasiswa dalam bahasa Inggris sangat rendah. Walau Bahasa Inggris diajarkan di hampir semua jenjang SMA/SMK/MA tetapi fakta menunjukkan masih rendahnya kemampuan Bahasa Inggris mahasiswa, ini terlihat pada pelaksanaan ujian TOEFL/ELITA yang selalu melonjak dan membludak menjelang pelaksanaan wisuda,
Hal ini disebabkan karena mayoritas proses pembelajaran Bahasa Inggris tidak mengarah pada kemampuan TOEFL/ELITA sehingga banyak mahasiswa gagal dalam tes akhir TOEFL/ELITA sehingga Unit Bahasa harus dan perlu menyelenggarakan Program Intensifikasi Bahasa Inggris (PIBI) sebagai amanat Renstra UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Di samping itu perlu juga bagi para Tutor mempunyai beberapa inovasi pembelajaran terkait TOEFL/ELITA membuat beberapa video pembelajaran, mengupload dan menge-share-nya dalam beberapa grup WA dan medsos masing-masing Tutor, mahasiswa dan medsos Unit Bahasa.”
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dr. Nur Kholis, M.A., menekankan bahwa kebahagiaan merupakan kunci utama dalam menjalankan tugas sebagai tutor. Tutor diharapkan mampu menghadirkan suasana positif dan bahagia dalam dirinya sebelum melaksanakan berbagai aktivitas akademik. Dengan kebahagiaan tersebut, energi positif akan menular kepada mahasiswa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih hidup, bermakna, dan berdampak.
Selanjutnya, Koordinator Program PIBI, Rayinda Eva Rahmah, M.Pd., menyampaikan arahan teknis terkait pelaksanaan Program Intensifikasi Bahasa Inggris ke depan. Arahan tersebut mencakup penguatan koordinasi antar tutor, pola dan strategi pembelajaran, target capaian kemampuan TOEFL/ELITA, serta mekanisme evaluasi program. Para tutor juga didorong untuk lebih adaptif dan inovatif dalam pembelajaran dengan memanfaatkan media digital sebagai sarana pendukung, baik melalui video pembelajaran maupun platform media sosial yang dapat diakses secara luas oleh mahasiswa.
Rapat koordinasi ini juga menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, menyampaikan informasi teknis, serta memperkuat sinergi antartutor dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pembelajaran bahasa Inggris di UIN Gusdur.
Melalui kegiatan ini, Unit Pengembangan Bahasa berharap pelaksanaan Program PIBI Semester Genap Tahun 2026 dapat berjalan secara terstruktur, profesional, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi bahasa mahasiswa.
Kontributor : Muhammad Ulil Fahmi
Pekalongan, Senin 3 Februari 2026 – Unit Bahasa UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur) terus berinovasi dalam meningkatkan mutu layanan akademik. Salah satu upaya strategis tersebut diwujudkan melalui diskusi pengembangan aplikasi ELITA-IKBAL, sebuah sistem ujian kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris berbasis digital yang dikolaborasikan bersama Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (UTIPD) UIN Gusdur.
Diskusi pengembangan aplikasi ELITA-IKBAL ini menjadi langkah awal dalam transformasi digital pelaksanaan ujian kemampuan bahasa di lingkungan UIN Gusdur. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan tes secara lebih efektif, efisien, objektif, dan terstandar, sejalan dengan tuntutan peningkatan kualitas lulusan di era digital.

Kepala Unit Bahasa UIN Gusdur, Dr. Muhandis Azzuhri, M.A. menyampaikan bahwa ELITA-IKBAL diharapkan mampu menjadi instrumen resmi dalam mengukur kompetensi Bahasa Arab dan Bahasa Inggris secara daring (online) secara akurat dan berkelanjutan. “Pengembangan aplikasi ini merupakan bagian dari komitmen Unit Bahasa dalam menghadirkan layanan uji kompetensi bahasa yang profesional, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.
Kolaborasi dengan UTIPD UIN Gusdur menjadi elemen penting dalam pengembangan ELITA-IKBAL, khususnya dalam aspek sistem, keamanan data, serta integrasi dengan layanan akademik kampus. Melalui sinergi ini, aplikasi ELITA-IKBAL dirancang agar mudah diakses, stabil digunakan, serta mampu mendukung pelaksanaan ujian dalam skala besar.
Kepala UTIPD UIN Gusdur, Dr. Failasuf Fadli, M.S.I, menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan aplikasi ELITA-IKBAL. Menurutnya, kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu menjadi pioner digitalisasi layanan akademik, khususnya dalam bidang kebahasaan. “Aplikasi ELITA-IKBAL menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan layanan tes bahasa bagi mahasiswa. Dengan sistem berbasis digital, pelaksanaan ujian dapat berlangsung lebih lancar, efektif, serta memberikan kenyamanan bagi para pengguna,” ungkapnya.
Lebih lanjut, aplikasi ELITA-IKBAL tidak hanya difungsikan sebagai media ujian, tetapi juga sebagai sarana penguatan mutu dan pemetaan kemampuan bahasa mahasiswa. Data hasil ujian diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan akademik, pengembangan program pembinaan bahasa, serta peningkatan daya saing lulusan UIN Gusdur di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan adanya pengembangan aplikasi ELITA-IKBAL ini, Unit Bahasa bersama UTIPD UIN Gusdur menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam mendukung visi UIN K.H. Abdurrahman Wahid sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di era digital.
Kontributor : Muhammad Ulil Fahmi
Kepala Unit Bahasa, Dr. Muhandis Azzuhri, Lc, MA menghadiri acara kegiatan Kegiatan International Camp : Diplomasi BIPA di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 20-22 Januari 2026 atas undangan dari Indonesian Language Course Center (MENARA BAHASA) bekerjasama sama dengan Balai Bahasa Jawa Tengah dan APPBIPA, Dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh beberapa Narsum, diantaranya Duta Besar Dr. (H.C.) Al Busyra Basnur Founder Basnur Academy tentang diplomasi BIPA yaitu Pertama; Jembatan Komunikasi dengan melakukan Dialog, negosiasi, membuat perjanjian, dan hubungan internasional, Kedua; Diplomasi Budaya dengan mempromosikan Bahasa, budaya, ide, nilai-nilai, mempengaruhi orang asing, dan membangun image positif, Ketiga; Alat persatuan dan identitas yaitu Bahasa Persatuan Indonesia dan keempat; Resolusi Konflik dengan mengatasi misunderstandings dan menurunkan ketegangan atau konflik, dan membangun perdamaian.
kemudian berikutnya adalah ibu Wati Istianti selaku Direktur Menara Bahasa merangkap ketua APPBIPA Jawa Tengah mempresentasikan tentang manajamen BIPA yaitu tentang kurikulum, pengajar, sarana prasarana dan strategi pembelajaran.dan kurikulum. Kualifikasi pengajar kualifikasi lulusan dan pengalaman dalam mengajarkan BIPA, kualifikasi latar belakang pendidikan pengajar bisa dari program studi bahasa dan non bahasa dengan kompetensi profesional, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian serta mempunyai standar kompetensi berupa pedagogi, diplomasi dan industri.

Pengelola BIPA perlu memahami tata kelola non akademik seperti keuangan, legalitas, jaringan, promosii dan kerjasama. Jaringan berupa people to people, friends from friends, office to office, university to university dan government to government. Cara membangun jaringannya dengan memetakan lokasi atau tempat yang akan diajak bekerja sama, pertimbangan timing dalam lobi-lobi, diperlukan leader untuk mengarahkan kerja sama tersebut, memilih jaringan yang sesuai dengan visi, misi, tujuan, maupun program, fokus pada jaringan yang diajak kerja sama bukan ghosting, menggunakan pendekatan atau strategi yang tepat, menunjukkan branding dari yang kita tawarkan. Di samping itu memperluas jaringan kerja sama dan promosi program BIPA dengan 9 cara yaitu mapping, branding, packaging, networking, adverstising, marketing, dealing, buying dan interacting karena pangsa pasar BIPA ada mahasiswa asing dan tenaga kerja asing.

Pengaruh kerja sama terhadap program BIPA bisa berupa Peningkatan jumlah relasi, Peningkatan jumlah pemelajar asing di lembaga/perguruan tinggi, dapat sebagai bahan pembanding dari lembaga/perguruan tinggi mitra, kolaborasi program mutualisme dan ada income generating.
Pada kesempatan acara kegiatan BIPA ini, ada penandatanganan MOA antara Unit Bahasa dengan Lembaga Basnur Academy, IF Language Jawa Tengah dan Menara Bahasa dan Unit Bahasa mendapatkan tawaran menjadi tuan rumah Workshop BIPA tahun 2026 dari Balai Bahasa Jawa Tengah yang akan ditempatkan di UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Kontributor : Muhammad Ulil Fahmi
Unit Bahasa UIN K.H. Abdurrahman Wahid melaksanakan Audit Operasional Semester Kedua yang dilakukan oleh Satuan Pengawasan Internal (SPI) pada Jum’at, 23 Januari 2026, bertempat di Unit Bahasa UIN K.H. Abdurrahman Wahid.
Kegiatan audit ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh program dan kegiatan Unit Bahasa berjalan sesuai dengan perencanaan, prinsip tata kelola yang baik, serta mendukung kemajuan institusi secara berkelanjutan.
Kepala Unit Bahasa, Dr. H. Muhandis Azzuhri, Lc., M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh program yang dicanangkan Unit Bahasa sepenuhnya diarahkan untuk kemajuan kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid. Beliau menegaskan komitmen Unit Bahasa untuk bekerja secara profesional dan bertanggung jawab demi kemajuan bersama.
Sementara itu, perwakilan SPI, Bapak Agus Arwani, menjelaskan bahwa ke depan sistem pengawasan akan mengalami pengembangan. Audit yang dilakukan tidak lagi sebatas Audit Operasional, melainkan akan bertransformasi menjadi Audit Kinerja. Audit kinerja tersebut mencakup empat indikator utama, yaitu finansial, customer, internal bisnis, serta kompetensi sumber daya manusia.
Lebih lanjut disampaikan bahwa audit kinerja akan menilai aspek perencanaan, implementasi, evaluasi, output, serta dampak (outcome) dari setiap program. Audit ini direncanakan akan dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan sekali sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kinerja unit kerja.

Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa SPI merupakan mitra strategis bagi unit kerja di lingkungan UIN K.H. Abdurrahman Wahid, yang berperan aktif dalam mendorong perubahan dan perbaikan berkelanjutan menuju tata kelola yang lebih baik.
Selain itu, disampaikan pula rencana akan dilaksanakannya audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), khususnya terkait SBSN, yang umumnya dilakukan pada tingkat fakultas dan direncanakan berlangsung setelah Hari Raya Idulfitri.
Melalui kegiatan audit ini, Unit Bahasa berharap dapat terus meningkatkan kinerja, transparansi, dan akuntabilitas dalam mendukung visi dan misi UIN K.H. Abdurrahman Wahid.
Kontributor : Muhammad Ulil Fahmi
Unit Bahasa UIN K.H. Abdurrahman Wahid melaksanakan Audit Operasional Semester Kedua yang dilakukan oleh Satuan Pengawasan Internal (SPI) pada Jum’at, 23 Januari 2026, bertempat di Unit Bahasa UIN K.H. Abdurrahman Wahid.
Kegiatan audit ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh program dan kegiatan Unit Bahasa berjalan sesuai dengan perencanaan, prinsip tata kelola yang baik, serta mendukung kemajuan institusi secara berkelanjutan.
Kepala Unit Bahasa, Dr. H. Muhandis Azzuhri, Lc., M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh program yang dicanangkan Unit Bahasa sepenuhnya diarahkan untuk kemajuan kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid. Beliau menegaskan komitmen Unit Bahasa untuk bekerja secara profesional dan bertanggung jawab demi kemajuan bersama.
Sementara itu, perwakilan SPI, Bapak Agus Arwani, menjelaskan bahwa ke depan sistem pengawasan akan mengalami pengembangan. Audit yang dilakukan tidak lagi sebatas Audit Operasional, melainkan akan bertransformasi menjadi Audit Kinerja. Audit kinerja tersebut mencakup empat indikator utama, yaitu finansial, customer, internal bisnis, serta kompetensi sumber daya manusia.
Lebih lanjut disampaikan bahwa audit kinerja akan menilai aspek perencanaan, implementasi, evaluasi, output, serta dampak (outcome) dari setiap program. Audit ini direncanakan akan dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan sekali sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kinerja unit kerja.
Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa SPI merupakan mitra strategis bagi unit kerja di lingkungan UIN K.H. Abdurrahman Wahid, yang berperan aktif dalam mendorong perubahan dan perbaikan berkelanjutan menuju tata kelola yang lebih baik.
Selain itu, disampaikan pula rencana akan dilaksanakannya audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), khususnya terkait SBSN, yang umumnya dilakukan pada tingkat fakultas dan direncanakan berlangsung setelah Hari Raya Idulfitri.
Melalui kegiatan audit ini, Unit Bahasa berharap dapat terus meningkatkan kinerja, transparansi, dan akuntabilitas dalam mendukung visi dan misi UIN K.H. Abdurrahman Wahid.
Kontributor : Muhammad Ulil Fahmi
Pekalongan, 23 Desember 2025 — Kepala Unit Bahasa UIN K.HKepala Unit Bahasa UIN Gusdur Jalin Jejaring dengan ITEA–ICCCM untuk Pembelajaran Mandarin dan Peluang Beasiswa ke China. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur), Dr. H. Muhandis Azzuhri, Lc., M.A., menerima pertemuan dengan perwakilan ITEA–ICCCM, Bapak Ivan Chabibilah, S.S., M.Li., selaku Business Development Executive, pada Selasa (23/12/2025) pagi hingga menjelang sore.
Pertemuan tersebut membahas penguatan jejaring kerja sama internasional, khususnya dalam bidang pembelajaran bahasa Mandarin serta peluang studi lanjut jenjang S2 dan S3 melalui program beasiswa bagi mahasiswa UIN Gusdur ke berbagai perguruan tinggi di Tiongkok (China).
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Ivan Chabibilah, S.S., M.Li. menjelaskan peran ITEA–ICCCM dalam menjembatani kerja sama pendidikan lintas negara, termasuk fasilitasi program bahasa Mandarin dan akses beasiswa ke universitas-universitas di China. Walaupun demikian, peluang beasiswa ke perguruan tinggi di China dapat diperoleh apabila mahasiswa memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Inggris, salah satunya dengan memiliki skor TOEFL ITP minimal 550.

Sementara itu, Kepala Unit Bahasa UIN Gusdur, Dr. H. Muhandis Azzuhri, Lc., M.A. menyampaikan komitmen Unit Bahasa dalam meningkatkan penguasaan bahasa asing strategis di kalangan mahasiswa. Menurutnya, penguatan bahasa Mandarin serta kemampuan bahasa Inggris menjadi bagian penting dalam mendukung internasionalisasi kampus dan peningkatan daya saing lulusan UIN Gusdur di tingkat global.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama berkelanjutan antara Unit Bahasa UIN Gusdur dan ITEA–ICCCM, baik dalam bentuk pengembangan program pembelajaran bahasa Mandarin, sosialisasi beasiswa S2 dan S3, maupun kolaborasi akademik lainnya.
Kontributor : Muhammad Ulil Fahmi
Pekalongan – Kepala Unit Bahasa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dr. H. Muhandis Azzuhri, Lc., M.A, turut berpartisipasi dalam kegiatan Silaturrahim dan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Program Prioritas Konsorsium Pusat Bahasa PTKAI (Konsorsium Pusat Bahasa PTKAI) PTKI Tahun 2026–2030 yang diselenggarakan pada Kamis–Sabtu, 18–20 Desember 2025 di Pusat Bahasa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Keikutsertaan ini merupakan tindak lanjut dari undangan resmi Konsorsium Pusat Bahasa PTKAI (Konsorsium Pusat Bahasa PTKAI) PTKI, di mana Kepala Unit Bahasa UIN Gus Dur dipercaya sebagai Tim Formatur Program Prioritas Konsorsium Pusat Bahasa PTKAI PTKI 2026–2030, khususnya dalam bidang Pengembangan Layanan. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pertemuan dan silaturrahim dengan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama Republik Indonesia, sekaligus penyampaian arahan langsung dari Direktur Diktis, Prof. Dr. Sahiron, M.A., terkait penguatan peran strategis Konsorsium Pusat Bahasa PTKAI dalam peningkatan mutu layanan kebahasaan di lingkungan PTKAI.

FGD ini bertujuan untuk merumuskan arah kebijakan serta menyusun program-program prioritas Konsorsium Pusat Bahasa PTKAI PTKI untuk lima tahun ke depan. Sejumlah agenda strategis dibahas, antara lain penyusunan draf ART, finalisasi soal tes Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, pengembangan layanan dan media sosial, serta penyusunan job deskripsi kelembagaan.
Dalam forum tersebut, Dr. H. Muhandis Azzuhri, Lc., M.A bersama tim formatur dari berbagai PTKI se-Indonesia berkontribusi aktif dalam diskusi dan pemaparan gagasan terkait penguatan layanan pusat bahasa, agar Konsorsium Pusat Bahasa PTKAI mampu menjawab tantangan kebahasaan di lingkungan PTKI secara profesional, adaptif, dan berkelanjutan.
Keikutsertaan Kepala Unit Bahasa UIN Gus Dur dalam kegiatan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pengembangan Unit Bahasa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi antar Pusat Bahasa PTKI dalam rangka peningkatan mutu layanan kebahasaan di tingkat nasional.
Kontributor : Muhammad Ulil Fahmi
Pekalongan — Unit Pengembangan Bahasa UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan menyelenggarakan kegiatan diskusi rutin berbahasa Inggris sebagai upaya meningkatkan kemampuan bahasa asing dosen serta menumbuhkan budaya akademik yang aktif di lingkungan kampus. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di Smart Class Unit Bahasa, Gedung GPT lantai 2.
Diskusi dimulai pukul 09.00 WIB hingga menjelang waktu Dhuhur dan menghadirkan Dr. Nur Kholis, MA., Wakil Rektor I UIN Gus Dur Pekalongan, sebagai narasumber. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Kurikulum Cinta yang Sebenarnya”, yang dibahas secara komunikatif dan interaktif.Dalam sambutannya, Kepala Unit Bahasa UIN Gus Dur Pekalongan, Dr. H. Muhandis Azzuhri, MA., menyampaikan bahwa kegiatan diskusi ini merupakan upaya strategis untuk menumbuhkan atmosfer akademik serta membangun lingkungan berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris dan Arab. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Rencana Strategis (Renstra) UIN Gus Dur Pekalongan dan Unit Bahasa. Ia menegaskan bahwa program ini sejalan dengan arahan Rektor agar kualitas dan kompetensi bahasa asing civitas akademika terus meningkat sebagai sebuah keharusan di era transformasi digital, menuju terwujudnya UIN Gus Dur Pekalongan sebagai World Class University.
Kegiatan diskusi ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari para dosen, tutor bahasa Inggris dan Arab, serta mahasiswa aktivis UKM SPEAC. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab yang berlangsung sepanjang kegiatan.
Diskusi berlangsung dinamis dengan beragam pertanyaan reflektif dan kritis dari para peserta. Penanya pertama, Dr. Muhammad Jaeni, M.Pd., M.Ag. (Wakil Dekan I FTIK), menyoroti pentingnya pengendalian cara berpikir dan sikap individu dalam menghadapi cognitive dissonance, serta bagaimana menyikapinya secara dewasa dan bertanggung jawab, khususnya dalam konteks peran sebagai pendidik dan profesional.
Selanjutnya, Dr. Kurdi, M.S.I. mengangkat diskursus mengenai Love Based Curriculum (LBC) dengan mempertanyakan hakikat cinta—apakah bersifat spiritual atau psikologis—serta bagaimana implementasinya dapat diwujudkan secara nyata dan relevan di lingkungan kampus.
Dari kalangan dosen bahasa Inggris, Ms. Riyan menegaskan bahwa cinta harus diwujudkan dalam tindakan nyata, kepedulian, dan komitmen. Ia mempertanyakan batas yang proporsional antara mengekspresikan cinta dan bersikap tegas agar penerapan kurikulum berbasis cinta tetap berjalan secara profesional.
Sementara itu, Mr. Khilmi, selaku tutor bahasa Inggris, mengangkat fenomena sosial yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kecenderungan menyalahkan pihak lain atas suatu peristiwa. Ia juga menyoroti kegelisahan Generasi Z dan Generasi Alpha terkait emosi marah, yaitu mengenai batas antara kemarahan sebagai emosi yang wajar dan ekspresi marah yang tidak dapat diterima secara sosial.
Dari unsur mahasiswa, Syafika, perwakilan anggota UKM SPEAC, turut menyampaikan pertanyaan mengenai pengelolaan emosi, khususnya tentang bagaimana menghadapi rasa bersalah setelah mengekspresikan kemarahan akibat perlakuan tidak adil, serta cara mengelola emosi marah secara sehat tanpa terus-menerus menyalahkan diri sendiri.
Diskusi ini mencerminkan kepedulian civitas akademika terhadap penguatan karakter, kedewasaan emosional, dan profesionalisme dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program English for Academic Purposes (EAP) yang dilaksanakan secara rutin setiap pertengahan bulan oleh Unit Bahasa. Melalui forum ini, diharapkan tercipta ruang pengembangan kapasitas civitas akademika yang berkelanjutan dalam bidang bahasa serta penguatan budaya akademik di UIN Gus Dur Pekalongan.
Kontributor : Muhammad Ulil Fahmi
Pekalongan – Unit Bahasa UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan menjalin kerja sama dengan MTs HIFAL Pekalongan Kota dalam penyelenggaraan Tes Potensi Akademik Bahasa Arab dan Bahasa Inggris bagi peserta didik MTs HIFAL. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemampuan berbahasa asing sejak jenjang pendidikan menengah pertama.
Tes Potensi Bahasa Inggris dilaksanakan pada 17 November 2025, sementara Tes Potensi Bahasa Arab digelar pada 19 November 2025. Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari pihak sekolah, karena bertujuan memetakan kemampuan dasar siswa serta memberikan gambaran perkembangan kompetensi bahasa mereka.
Bapak Dr. H. Muhandis Azzuhri, M.A., selaku Kepala Unit Bahasa UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Pekalongan. Melalui pelaksanaan tes berstandar kampus, diharapkan siswa memperoleh pengalaman evaluasi yang lebih objektif dan berbasis kompetensi.
Sementara itu, MTs HIFAL Pekalongan menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mendukung program penguatan literasi bahasa, terutama bahasa Arab dan Inggris yang menjadi bekal penting dalam dunia akademik maupun perkembangan global.
Dengan adanya sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah ini, diharapkan terjalin kolaborasi berkelanjutan untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran bahasa di Pekalongan.
Kontributor : Muhammad Ulil Fahmi